Pertemuan 4 – 4 April 2017
Dosen : Andriani Kala’Lembang, S.Kom, M.M
·
Parameter adalah sebuah
acuan yang dapat digunakan untuk menetapkan keadaan/kondisi, maupun kadar/ ukuran tertentu.
·
Parameter penyimpan sekunder merupakan waktu yang
dibutuhkan untuk membaca dan menulis pada disk.
·
Parameter
penyimpanan sekunder yaitu waktu
akses acak (random access time) dan Rate transfer data (transfer data rate) .
1.
Waktu akses acak (random access time) yaitu
waktu rata-rata
yang diperlukan head untuk mencapai (menemukan) posisi dari item data yang
diinginkan (secara acak) .

·
Pengaksesan item data memerlukan kerja berikut:
·
Pencarian Lokasi/Posisi Penyimpanan
Waktu tunda akses (access
delay time) adalah waktu yang diperlukan untuk operasi pencarian lokasi
penyimpanan.
Waktu tunda akses acak
ditentukan parameter berikut:
Ø Seek Time (S)
Waktu pergerakan head
untuk mencapai track atau silinder lokasi data.
di = Jarak yang dilalui
Ø Latency (r)
Waktu yang dibutuhkan head untuk
menunggu putaran disk sehingga blok data yang dituju tepat di depan head
(milisecond)
r = 1/2 ((60x1000)/RPM)
Catatan (RPM adalah : Jumlah putaran
permenit)
Contoh :
Suatu
hardisk berkecepatan putar 5000 rpm. Berapa Rotational
Latency pada hardisk tersebut?
Jawab :
r = 1/2 * ((60 * 1000)/5000
= 1/2 *(60000)/5000
= 1/2 * 12 = 6 detik
r = 1/2 * ((60 * 1000)/5000
= 1/2 *(60000)/5000
= 1/2 * 12 = 6 detik
1. Rate transfer data (transfer
data rate)
Transfer Rate yaitu kecepatan transfer data dari main memory ke
secondary memory atau sebaliknya.Waktu pembacaan atau penulisan bergantung:
• Ukuran blok data
• Data transfer rate perangkat penyimpanan
.
·
BLOKING
Blokcing adalah penempatan beberapa record
ke dalam satu block,
panjang
record menentukan
metode blocking.
UKURAN BLOK
Pertimbangan penentuan
ukuran blok antara lain:
- Ukuran block tetap menurunkan kompleksitas program
- Ukuran block tetap untuk beragam
perangkat berbeda dapat memboroskan ruang penyimpanan
- Ukuran block dapat mempengaruhi kinerja
sistem file
4. Ukuran block besar dapat mengakibatkan data yang dipindahkan banyak
yang tidak diperlukan ketika hanya diperlukan satu record dan memerlukan memori
yang besar
5. Ukuran block kecil berarti pembacaan
berulang-ulang untuk data besar
·
Penyimpanan cara ini bertujuan:
1. Meningkatkan kecepatan
pengambilan record saat terjadi proses.
2. Menghemat tempat
penyimpanan.
METODE BLOCKING
Metode blocking ada 3,
yaitu:
1. Fixed Blocking
2. Variable Length Spenned blocking
3. Variable Length Unspanned Blocking
Ø Fixed Blocking
Jumlah record pada suatu blok sama dengan jumlah record pada blok yang
lainnya.
Keuntungan :
• Sederhana
• Memungkinkan pengaksesan acak
Kerugian:
· Dapat terjadi pemborosan di tiap block
Blocking Factor (Bfr)
Mencari Bfr
pada fixed Blocking
Bfr = B/R
B = ukuran
Blok
R = ukuran
Record
Contoh :
Ukuran Blok =
1000 byte
Ukuran Record = 10 byte
Ukuran Record = 10 byte
Tanya : Berapa Bfr nya?
Jawab :
Bfr = B
/R
= 1000/10
= 100 Record
= 1000/10
= 100 Record
Ø Variable Length Spanned Bloking
a. Block berisi record-record dengan panjang tidak tetap.
b. Jika satu record tidak
dapat dimuat di satu block, sebagian record disimpan di block lain.
c. Panjang record dapat lebih besar dari block
size.
d. Tidak ada ruang yang terbuang karena blocking,
tapi sulit untuk diimplementasikan.
e. Record yang berada pada 2 block memerlukan
waktu yang lebih lama dalam pembacaannya.
Mencari Bfr pada Variable Length Spanned Bloking
Bfr = (B – P) / (R + P)
P = Ukuran pointer block
B = Ukuran block
R = Ukuran record
Contoh :
Ukuran Blok = 1000 byte
Ukuran Record = 10 byte
Ukuran Pointer = 5
Tanya : Berapa Bfr nya?
Jawab :
Bfr =
(1000 – 5) / (10 + 5)
= 995 /15
= 66.33
Ø Variable
Length Unspanned Bloking
·
Block berisi record-record dengan panjang tidak tetap.
·
Setiap record harus dimuat di satu block (tidak di
potong-potong atau direntangkan ke block lain)
·
Hanya record utuh ditempatkan pada satu block
·
Pemborosan terjadi karena record tidak ditempatkan bagi
sisa block maka record di tempatkan pada block berikutnya.
·
Panjang record tidak boleh lebih panjang dibanding
panjang block
Mencari Bfr pada Variable Length Unspanned Bloking
Bfr = (B – 1/2 R) / (R + P)
P = Ukuran pointer block
B = Ukuran block
R = Ukuran record
Contoh :
Ukuran Blok = 1000 byte
Ukuran Record = 10 byte
Tanya : Berapa Bfr nya?
Jawab:
Bfr = (1000 – ½ 10) / (10+5)
= 995 /15
= 66.33
PEMBOROSAN RUANG
Besar ruang yang tidak digunakan untuk menyimpan data .
Diukur berdasarkan relatif terhadap record (per record) pemborosan dibagi menjadi 2 yaitu:
Pemborosan karena GAP (WG)
WG = G / Bfr
Pemborosan karena Blok (WR)
WR = B / Bfr
Pemborosan ini mempengaruhi pencarian/pengaksesan (W)
Pemborosan Ruang untuk Fixed Blocking
W= WG + WR
Pemborosan Ruang untuk Spanned Bloking
W= P + (P+G) / Bfr
Pemborosan Ruang untuk Unspanned Bloking
W= P + (½R+G) / Bfr
PERHITUNGAN TRANSFER RATE
Konsep Transfer Rate adalah:
Transfer Rate adalah kecepatan data pada saat di transfer
Transfer diukur dengan satuan byte/detik, Kbyte/detik atau Mbyte/detik.
Pada disk, transfer rate bergantung kecepatan rotasi dan kepadatan rekaman.
Terdapat 2 pengukuran utama yang bergantung , transfer rate , yaitu:
Record transfer time (TR)
Waktu untuk transfer record dengan panjang record R.
TR = R/t
Block transfer time (Btt)
Waktu untuk transfer satu blok data.
Btt = B/t
Bulk Transfer Time
Adalah transfer rate yang memperhatikan adanya selang waktu ketika gap-gap dan area non data dilalui. Untuk pembacaan data besar yang terdiri dari beberapa blok didefinisikan dengan Bulk transfer time ( t’ )
t’ = (t/2)*(R/(R+W))
Seperti yang terlihat dari rumus, Bulk transfer time ( t’ ) bergantung pada:
Efek dari gap
Efek dari blocking
Buffer
Buffer adalah daerah kerja di memori untuk penyimpanan blok sementara.
Contoh kebutuhan buffer :
Suatu sistem komputer dengan 10 pemakai. Tiap pemakai menggunakan 2 file sekaligus, bila diasumsikan setiap file menggunakan 3 buffer, dengan satu blok buffer menampung 2 Kbyte. Maka total kapasitas buffer yang digunakan:
Banyaknya blok buffer : 10 x 2 x 3 = 60
Total kapasitas buffer = jumlah pemakai x jumlah file x buffer x kapasitas 1 blok buffer
= 10 x 2 x 3 x 2024
= 121.440 byte
L A T I H A N
1. Hitunglah rotational
latency (r) bila kecepatan putar
disk (rpm) adalah sebagai berikut:
a. 2500 rpm
b. 2000 rpm
c. 7000 rpm
d. 8000 rpm
e. 10000 rpm
a. r = 1/2×((60×1000)/RPM)
= 1/2×((60×1000)/2500)
= 1/2×(60000/2500)
= 1/2×24
b. r = 1/2×((60×1000)/RPM)
= 1/2×((60×1000)/2000)
= 1/2×(60000/2000)
= 1/2×30
= 15 detik
c. r = 1/2×((60×1000)/RPM)
= 1/2×((60×1000)/7000)
= 1/2×(60000/7000)
= 1/2×8,57
= 4,28 detik
d. r = 1/2×((60×1000)/RPM)
= 1/2×((60×1000)/8000)
= 1/2×(60000/8000)
= 1/2×7.5
= 3,75 detik
e. r = 1/2×((60×1000)/RPM)
= 1/2×((60×1000)/10000)
= 1/2×(60000/10000)
= 1/2×6
= 3 detik
2. Diketahui sebuah harddisk
memiliki karakteristik:
• Seek time (s) = 10 ms
• Kecepatan putar disk = 3000 rpm
• Transfer rate (t) = 1024 byte/s
• Ukuran blok (B) = 2048 byte
• Ukuran record (R) = 128 byte
• Ukuran gap (G) = 64 byte
(penyimpanan
record menggunakan metode fixed blocking)
Hitung:
- Bfr
- r
- TR
- Btt
- W= G/Bfr
- t’
Jawab :
a. Bfr = B/R
= 2048/128
b. r = 1/2×((60×1000)/RPM)
= 1/2×((60×1000)/3000)
= 1/2×(60000/3000)
= 1/2×20
= 10 detik
= 128/1024
= 0,12
d. Btt= B/t
= 2048/1024
= 2
e. W = G/Bfr
= 64/16
= 4
f. t’ = (t/2)×(R/(R+W))
= (1024/2)×(128/(128+4))
= (512)×(0,96)
= 491,52
3. Diketahui sebuah harddisk
memiliki karakteristik:
- Seek time
(s) = 10 ms
- Kecepatan
putar disk = 6000 rpm
- Transfer
rate (t) = 2048 byte/s
- Ukuran blok
(B) = 2048 byte
- Ukuran
record (R) = 250 byte
- Ukuran gap
(G) = 256 byte
- Ukuran
pointer (P) = 8 byte
Hitunglah :
a. Bloking factor
b. Record transfer time
c. Block transfer time
d. Pemborosan ruang
e. Bulk transfer rate
Jika metode blockingnya
:
a. Fixed blocking
b. Variabel spanned
c. Variabel unspanned
Jawab :
a.Fixed Blocking
Bfr = B/R
= 2048/250
= 8,19
b. TR = R/t
= 250/2048
= 0,12
c. Btt = B/t
= 2048/2048
= 1
d. W = WG + WR
WG = G/Bfr
= 256/8.19
= 31,25
WR = B/Bfr
= 2048/8.19
= 250,06
W = 31,25 + 250,06
= 281,31
e. t’ = (t/2)×(R/(R+W))
= (2048/2)×(250/(250+281,31))
= (1024)×(250/531,31)
= 1024 ×0,47
= 481,28
Variable Length Spanned Bloking
a. Bfr = (B-P)/(R+P)
= (2048-8)/(250+8)
= (2040)/(258)
= 7,9
b. TR = R/t
= 250/2048
= 0,12
c. Btt = B/t
= 2048/2048
= 1
d. W = P+(P+G)/Bfr
= 8+(8+256)/7,9
= 8+264/7,9
= 8+33,41
= 41,41
e. t’ = (t/2)×(R/(R+W))
= (2048/2)×(250/(250+41,41))
= (1024)×(250/291,41)
= 1024 ×0,85
= 870,4
Variable Length Unspanned Bloking
a. Bfr = (B-1/2 R)/(R+P)
= (2048-1/2×250)/(250+8)
= (2048-125)/(258)
= (1923)/(258)
= 7,45
b. TR = R/t
= 250/2048
= 0,12
c. Btt = B/t
= 2048/2048
= 1
d. W = P+(1/2 R+G)/Bfr
= 8+(125+256)/7,45
= 8+381/7,45
= 8+51,14
= 59,14
e. t’ = (t/2)×(R/(R+W))
= (2048/2)×(250/(250+59,14))
= (1024)×(250/309,14)
= 1024 ×0,8
= 819,2



















Tidak ada komentar:
Posting Komentar