Pertemuan
6 – 18 April 2017
Dosen
: Andriani Kala’Lembang, S.Kom, M.M
PENGERTIAN
FILE SEQUENTIAL
Organisasi
berkas sequential adalah suatu cara atau teknik untuk menyimpan dan
mengorganisasikan record-record dalam sebuah berkas. Organisasi sequential
merupakan proses dalam system berkas yang mengakses data secara berurut
(ordered file).
Setiap record pada file sequensial
memiliki jumlah atribut, nama atribut, urutan atribut, tipe dan panjang field atribut
yang sama. Record-record pada file sequensial diurutkan berdasarkan key
tertentu.
Key adalah identifikasi unik dari
record yang digunakan untuk membedakan satu record dengan record lainnya.
Dengan adanya key, maka bisa dilakukan proses pengurutan yang mengakibatkan
waktu akses yang semakin cepat.
KARAKTERISTIK FILE SEQUENTIAL
Atribut-atribut
data dikategorikan. Record berisi semua nilai data atribut dengan urutan dan
posisi yang sama.
Record-record
data terurut dalam satu aturan/kriteria tertentu.
Nama atribut
tidak perlu ditulis di tiap record.
Setiap record
mempunyai data atribut dalam urutan yang sama.
KOMPONEN FILE SEQUENTIAL
Komponen file
sekuensial terdiri dari:
- Master
File (file utama atau file data)
- File
transaction log berstruktur pile
Pada file
sekuensial, data yang tersimpan dalam file utama, merupakan data yang sudah
terurut. Sedangkan file transaksi pada file sekuensial merupakan data yang
belum terurut. Berikut ini merupakan
contoh dari file utama dan file transaksi :
1. Contoh dari file Utama
No Block
|
No Rec
|
NRP
|
Nama
|
Jurusan
|
Ortu
|
Kota
|
001
|
1
|
0322001
|
Aji
|
Desain
|
Sujadi
|
Bogor
|
2
|
0322002
|
Nana
|
Desain
|
Giman
|
Kudus
|
3
|
0322003
|
Ririn
|
Desain
|
Sapan
|
Banjar
|
002
|
1
|
0322004
|
Karim
|
Desain
|
Kardi
|
Madiun
|
2
|
0322005
|
Harno
|
Desain
|
Saso
|
Jakarta
|
3
|
0322006
|
Yudha
|
Desain
|
Naryo
|
Tasik
|
003
|
1
|
0323001
|
Aan
|
Seni
|
Hendra
|
Madiun
|
2
|
0323002
|
Ferry
|
Seni
|
Dudung
|
Medan
|
3
|
0323003
|
Puput
|
Seni
|
Pupon
|
Nganjuk
|
2. Contoh dari
file transaksi
No Block
|
No Rec
|
Nrp
|
Nama
|
Jurusan
|
Ortu
|
Kota
|
001
|
1
|
0322007
|
Nyoman
|
Elektro
|
Ketut
|
Malang
|
2
|
0325004
|
Sayed
|
IF
|
Rahmat
|
Bogor
|
3
|
0323004
|
Dian
|
Industri
|
Hadi
|
Banjar
|
002
|
1
|
0325005
|
Amri
|
IF
|
Warno
|
Cianjur
|
2
|
0310001
|
Utami
|
Kedokteran
|
|
Cirebon
|
3
|
0322008
|
Siska
|
Elektro
|
Sukono
|
Tasik
|
KONSEP PENTING FILE SEQUENTIAL
Penentuan urutan record menggunakan “kunci” record, yaitu atribut
kunci (dapat berupa satu atribut atau lebih dan
harus unik). Record-record dikelola berdasar atribut-atribut kunci.
STRUKTUR DAN PENGAKSESAN
·
Struktur
Satu
deskripsi tunggal yang diterapkan ke semua record di file sekuen. Semua record
identik. Jika terdapat penambahan atribut baru ke record, seluruh file harus di
reorganisasi, yaitu: setiap record ditulis ulang dengan ruang kosong (space)
untuk item data baru. Bentuk record tetap (fixed record) mempermudah pengaksesan.
·
Implementasi
Sebutan
file sekuen adalah bila file memenuhi kriteria file sekuen, yaitu record-record
data diurut dalam satu sekuen/aturan tertentu.
Terdapat dua implementasi utama file sekuen, yaitu :
- Record-record
di link satu dengan lainnya seperti linked-list secara terurut.
- Record-record
di simpan terurut secara fisik. Implementasi ini meminimalkan pengaksesan
blok sehingga meningkatkan kinerja pengaksesan sekuen. Pada analisis,
implementasi yang digunakan
PENYISIPAN
Penyisipan di
file pile disebut file log transaksi (transaction log file) atau file overflow.
Penyisipan di file log dilakukan sampai ukuran file pile berukuran besar.
MEKANISME REORGANISASI
File log
transaksi diurut (sort) berdasar atribut kunci. Dilakukan penggabungan (file
utama dan file log transaksi yang terurut) menjadi file sekuen baru.
ANALISIS KINERJA FILE SEQUENSIAL
- Ukuran Record (R)
- R = a . V
A : jumlah atribut (field) pada satu record
V : panjang
rata-rata nilai atribut (byte)
- Waktu Pengambilan Record Tertentu
(TF)
Ø Pencarian
menggunakan atribut non-kunci
Ø1.
Belum ada file log
TF = ½ waktu pencarian blok
TF = ½ b.(B/t’) = ½ n.(R/t’)
b = jumlah blok
b = n / Bfr
2. Sudah ada file log
TF = ½ (n+o)R/t’
Ø Pencarian
menggunakan atribut kunci (pencariaan biner)
1. Belum
berbentuk log
TF
= 2log(b)(s+r+btt+c)
TF
= 2log(n/Bfr)(s+r+btt+c)
2. Sudah
berbentuk log
TF
= 2log(n/Bfr) (s+r+btt+c) TFo
TF
= 2log(n/Bfr) (s+r+btt+c) + 1/2 o (R/t’)
- Waktu Pengambilan Record
Berikutnya (TN)
TN = btt / Bfr
- Waktu Penyisipan Record Baru (TI)
TI
= TF + 1/2
(n/Bfr) (btt / TRW )
TI = s
+ 3r + TRW + (TY
/o)
- Waktu Pembaruan Record (TU)
TU = TF + TRW
2.
Terhadap kunci : cari record, hapus record, sisipkan record
TU = TF (main) + TI (filelog)
- Waktu Pembacaan Seluruh Record (Tx)
TX = Tsort (o) + (n+o)(R/t')
- Waktu Reorganisasi File (TY)
TY
= Tsort (o) + nold(R/t')+
o (R/t')+ nnew(R/t')
TY
= Tsort (o) + 2(n+o)(R/t')
- CONTOH SOAL!
- Diketahui
struktur file sekuen:
1. Parameter
harddisk
- Putaran
disk =
8000 rpm
- Seek
time =
5 ms
- Transfer
rate =
2048 byte/ms
- Waktu
untuk pembacaan dan penulisan =
2 ms
2. Parameter
penyimpanan
- Metode
blocking : fixed blocking
- Ukuran
blok =
4096 byte
- Ukuran
pointer blok =
8 byte
- Ukuran
interblock gap =
1024 byte
3. Parameter
file
- Jumlah
rekord di file =
100.000 rekord
- Jumlah
field = 8 field
- Jumlah
nilai =
25 byte
4. Parameter
reorganisasi
- File
log transaksi =
0 rekord
- Parameter
pemrosesan
- Waktu
untuk pemrosesan blok =
2 ms
Hitung
- R,
TF, TN, TI, TU, TX, TY
JAWABAN :
- R
= a.V
= 8 × 25
= 200
- TF Nonkunci (belum ada
file log)
TF
= ½ n. (R/t’)
t’ = (t/2)×(R/(R+W))
W = WG
+ WR
WG = G/Bfr
Bfr = B/R
=
4096/200
=
20,48
WG = 1024/20,48
=
50
WR = B/Bfr
=
4096/20,48
=
200
W = 50 + 200
=
250
t’ = (t/2)×(R/(R+W))
=
(2048/2)×(200/(200+250))
=
1024 ×0,44
=
450,56
TF = ½ n. (R/t’)
= 1/2×100000( 200/450,56)
= 50000×0,44
= 22000
c. TN = Btt/Bfr
Btt = B/t
= 4096/2048
= 2
TN = 2/20,48
= 0,09
d. TI = TF+1/2 (n/Bfr)(Btt/T_RW )
= 22000+1/2 (100000/20,48)(2/2)
= 22000+2441,40
= 24441,4
e. TU= TF+TRW
= 22000+2
= 22002
f.
TX= Tsort
(o)+(n+o)(R/t')
= 0(0)+2(100000+0)(200/450,56)
= 100000×0,44
= 44000
g. TY= Tsort (o)+2(n+o)(R/t')
= 0(0)+2(100000+0)(200/450,56)
= 200000×0,44
= 88000