Selasa, 17 Mei 2016

Aktivitas Utama Perusahaan Manufactur, Retail / Dagang, dan Jasa


KULIAH TAMU 1

NARASUMBER : Dr. David Sukardi Kodrat., MM., CPM
Fasilitator : Bpk. Dr.M. Bukhori , SE, S.Ag , MM

A. MANUFAKTUR
Manufaktur adalah proses keindustrian untuk membuat suatu barang dari suatu bahan baku melalui proses teknologi. Arti manufaktur sendiri asalnya adalah membuat barang dengan tangan (manual). Jadi manufaktur itu bukanlah sekedar “ilmu“, tapi sekaligus menyangkut “laku“ (practice). Dalam manufaktur berlaku “ilmu tanpa laku: kosong“ (science without practice: no fruit) tetapi “laku tanpa ilmu: kerdil” (practice without science: no root). Laku dalam manufaktur cepat kadaluwarsa dan cepat berubah karena berkembangnya ilmu pengetahuan, yang berarti juga berkembangnya teknologi. Sekalipun pada prinsipnya tetap meliputi proses-proses material “-forming, -shaping and -cutting”, namun produk-produk manufaktur akan selalu berubah sifat/spesifikasi yang harus dipenuhinya, sesuai dengan perkembangan kebutuhan pemakaian. Pemakaian untuk apapun adalah manusia yang menginginkannya, dan manusia selalu makin meningkat tuntutannya.
Manufaktur tidak dapat hanya dengan berandai-andai. Hanya praktek kuncinya, yang sekaligus didasari kaidah-kaidah ilmu pengetahuan. Praktek berarti teknologi, dan itulah yang harus kita cari, kuasai dan kembangkan. Kegiatan itu harus kita lakukan terus menerus tanpa jemu, sehingga terjadi akumulasi ketrampilan – pengalaman – dan pengetahuan untuk menghadapi perubahan tuntutan.

Karakteristik Industri Manufaktur
1. Ada proses pengolahan bahan baku (row material,
    barang dalam proses) menjadi produk
    KSF: Pemilihan bahan, manajemen kualitas, EPE
2. Setiap work station akan mengkonsumsi biaya
    KSF: Mengerjakan aktivitas yang bernilai tambah
3. Revenue ditentukan oleh “Keunggulan kompetitif”
    perusahaan dalam menghasilkan produk
    KSF: Kapasitas dan jumlah produk yang diproduksi

Kegiatan utama perusahaan manufaktur adalah mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Contohnya perusahaan manufaktur pembuatan minuman berakohol Wine.

Proses produksi minuman berakohol "Wine"


B. RETAIL
Retail adalah penjualan dari sejumlah kecil komoditas kepada konsumen.Retail berasal dari bahasa Perancis yaitu ” Retailer” yang berarti ” Memotong menjadi kecil kecil” (Risch, 1991 ).Pengertian Retailing adalah semua aktivitas yang mengikut sertakan pemasaran barang dan jasa secara langsung kepada pelanggan. Pengertian Retailer adalah semua organisasi bisnis yang memperoleh lebuh dari setengah hasil penjualannya dari retailing ( lucas, bush dan Gresham, 1994)

Karakteristik Industri Retail
1. Perusahaan membeli barang untuk dijual kembali
    KSF: Delivery In Full On Time Error Free (DIFOTEF) -> Persediaan
2. Kesuksesan perusahaan ditentukan oleh distribusi
    KSF: Coverage, Spreading, dan Penetrasi (CSP); Display, Biz
     Inteligen
3. Revenue ditentukan oleh “saluran distribusi”
    yang digunakan perusahaan
    KSF: Struktur, Sistem, dan Strateg distribusi

Kegiatan utamanya melakukan pembelian barang untuk dijual kembali tanpa melakukan proses produksi (mengolah/mengubah bentuk). Contoh peusahaan retail/dagang Grosir di pasar-pasar besar.

Proses produksi perusahaan retail ( grosir )


3. JASA
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak di bidang pelayanan kepada masyarakat dengan cara menjual jasa. Misalnya: usaha salon, usaha angkutan, laundry, bengkel, arsitek, konsultan, dan lain-lain.
Ciri-Ciri Perusahaan Jasa
Karena perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual jasa maka cirri-ciri perusahaan tersebut adalah:
1. yang dijual adalah jasa pelayanan, bukan barang/benda;
2. tidak terjadi transfer/pemindahan pemilikan barang dari penjual kepada pembeli;
3. tidak terjadi pengembalian (retur)atas jasa yang diperjualbelikan;
4. tidak terdapat persediaan jasa.
Karakteristik Perusahaan:
Perspektif Laba
1. Perusahaan jasa (sevice business), yaitu perusahaan yang
    mendapat laba, dengan menjual jasa dari sumber daya yang
    dimiliki.
2. Perusahaan dagang (trading business), yaitu perusahaan
    yang mendapat laba, dengan membeli dulu barang (dagang),
    kemudian menjualnya kembali (tanpa mengubah bentuk)
    dengan harga yang lebih tinggi.
3. Perusahaan industri (manufacturing business), yaitu
    perusahaan yang mendapat laba, dengan membeli barang
    (bahan mentah), kemudian mengolah dengan mengeluarkan
    biaya, dan setelah menjadi barang jadi dijual dengan harga
    yang lebih tinggi

Aktivitas utama yang dilakukan adalah memberikan pelayanan, kemudahan, dan kenyamanan kepada masyarakat untuk memperlancar aktivitas produksi maupun konsumsi. Contoh perusahaan Jasa JNE.

Proses produksi perusahaan "JNE"


4. GALERY FOTO


Oktafia Putri Krisdiana | 14211067

Tidak ada komentar:

Posting Komentar