KULIAH TAMU 1
NARASUMBER
: Dr. David Sukardi
Kodrat., MM., CPM
Fasilitator : Bpk. Dr.M. Bukhori , SE, S.Ag , MM
A. MANUFAKTUR
Manufaktur adalah proses
keindustrian untuk membuat suatu barang dari suatu bahan baku melalui proses
teknologi. Arti manufaktur sendiri asalnya adalah membuat barang dengan tangan
(manual). Jadi manufaktur itu bukanlah sekedar “ilmu“, tapi sekaligus menyangkut
“laku“ (practice). Dalam manufaktur berlaku “ilmu tanpa laku: kosong“ (science
without practice: no fruit) tetapi “laku tanpa ilmu: kerdil” (practice without
science: no root). Laku dalam manufaktur cepat kadaluwarsa dan cepat berubah
karena berkembangnya ilmu pengetahuan, yang berarti juga berkembangnya
teknologi. Sekalipun pada prinsipnya tetap meliputi proses-proses material
“-forming, -shaping and -cutting”, namun produk-produk manufaktur akan selalu
berubah sifat/spesifikasi yang harus dipenuhinya, sesuai dengan perkembangan
kebutuhan pemakaian. Pemakaian untuk apapun adalah manusia yang
menginginkannya, dan manusia selalu makin meningkat tuntutannya.
Manufaktur tidak dapat hanya dengan
berandai-andai. Hanya praktek kuncinya, yang sekaligus didasari kaidah-kaidah
ilmu pengetahuan. Praktek berarti teknologi, dan itulah yang harus kita cari,
kuasai dan kembangkan. Kegiatan itu harus kita lakukan terus menerus tanpa
jemu, sehingga terjadi akumulasi ketrampilan – pengalaman – dan pengetahuan
untuk menghadapi perubahan tuntutan.
Karakteristik
Industri Manufaktur
1. Ada
proses pengolahan bahan baku (row material,
barang
dalam proses) menjadi produk
KSF:
Pemilihan bahan, manajemen kualitas, EPE
2. Setiap
work station akan mengkonsumsi biaya
KSF:
Mengerjakan aktivitas yang bernilai tambah
3. Revenue
ditentukan oleh “Keunggulan kompetitif”
perusahaan
dalam menghasilkan produk
KSF:
Kapasitas dan jumlah produk yang diproduksi
Kegiatan utama perusahaan manufaktur adalah
mengolah bahan baku menjadi produk jadi yang siap untuk dijual. Contohnya
perusahaan manufaktur pembuatan minuman berakohol Wine.
Proses produksi minuman berakohol "Wine"
Proses produksi minuman berakohol "Wine"
B. RETAIL
Retail
adalah penjualan dari sejumlah kecil komoditas kepada konsumen.Retail berasal
dari bahasa Perancis yaitu ” Retailer” yang berarti ” Memotong menjadi kecil
kecil” (Risch, 1991 ).Pengertian Retailing adalah semua aktivitas yang mengikut
sertakan pemasaran barang dan jasa secara langsung kepada pelanggan. Pengertian
Retailer adalah semua organisasi bisnis yang memperoleh lebuh dari setengah
hasil penjualannya dari retailing ( lucas, bush dan Gresham, 1994)
Karakteristik Industri Retail
1. Perusahaan membeli barang untuk dijual kembali
KSF: Delivery In Full On Time
Error Free (DIFOTEF) -> Persediaan
2. Kesuksesan perusahaan ditentukan oleh distribusi
KSF: Coverage, Spreading, dan
Penetrasi (CSP); Display, Biz
Inteligen
3. Revenue ditentukan oleh “saluran distribusi”
yang digunakan perusahaan
KSF: Struktur, Sistem, dan
Strateg distribusi
Kegiatan
utamanya melakukan pembelian barang untuk dijual kembali tanpa melakukan proses
produksi (mengolah/mengubah bentuk). Contoh peusahaan retail/dagang Grosir di
pasar-pasar besar.
Proses produksi
perusahaan retail ( grosir )
3. JASA
Perusahaan jasa adalah perusahaan yang bergerak di
bidang pelayanan kepada masyarakat dengan cara menjual jasa. Misalnya: usaha
salon, usaha angkutan, laundry, bengkel, arsitek, konsultan, dan lain-lain.
Ciri-Ciri Perusahaan Jasa
Karena perusahaan jasa adalah perusahaan yang menjual
jasa maka cirri-ciri perusahaan tersebut adalah:
1. yang dijual adalah jasa pelayanan, bukan
barang/benda;
2. tidak terjadi transfer/pemindahan pemilikan barang
dari penjual kepada pembeli;
3. tidak terjadi pengembalian (retur)atas jasa yang
diperjualbelikan;
4. tidak terdapat persediaan jasa.
Karakteristik Perusahaan:
Perspektif Laba
Perspektif Laba
1. Perusahaan jasa (sevice business), yaitu perusahaan
yang
mendapat laba, dengan menjual
jasa dari sumber daya yang
dimiliki.
2. Perusahaan dagang (trading business), yaitu
perusahaan
yang mendapat laba, dengan
membeli dulu barang (dagang),
kemudian menjualnya kembali
(tanpa mengubah bentuk)
dengan harga yang lebih
tinggi.
3. Perusahaan industri (manufacturing business), yaitu
perusahaan yang mendapat laba,
dengan membeli barang
(bahan mentah), kemudian
mengolah dengan mengeluarkan
biaya, dan setelah menjadi
barang jadi dijual dengan harga
yang lebih tinggi
Aktivitas
utama yang dilakukan adalah memberikan pelayanan, kemudahan, dan kenyamanan
kepada masyarakat untuk memperlancar aktivitas produksi maupun konsumsi. Contoh
perusahaan Jasa JNE.
Proses
produksi perusahaan "JNE"
4. GALERY FOTO
Oktafia Putri Krisdiana | 14211067





Tidak ada komentar:
Posting Komentar